Skip to content

Mikrotik – Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional

Juli 27, 2010

Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional

Selama mengelola Mikrotik Indonesia, banyak sekali muncul pertanyaan bagaimana cara melakukan pemisahan queue untuk trafik internet internasional dan trafik ke internet Indonesia (OpenIXP dan IIX). Di internet sebetulnya sudah ada beberapa website yang menampilkan cara pemisahan ini, tapi kami akan coba menampilkan kembali sesederhana mungkin supaya mudah diikuti.

Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:

  1. Router Mikrotik melakukan Masquerading / src-nat untuk client. Client menggunakan IP privat.
  2. Gateway yang digunakan hanya satu, baik untuk trafik internasional maupun IIX.
  3. Anda bisa menggunakan web-proxy internal ataupun tanpa web-proxy. Jika Anda menggunakan web-proxy, maka ada beberapa tambahan rule yang perlu dilakukan. Perhatikan bagian NAT dan MANGLE pada contoh di bawah ini.

Jika ada parameter di atas yang berbeda dengan kondisi Anda di lapangan, maka konfigurasi yang ada di artikel ini harus Anda modifikasi sesuai dengan konfigurasi network Anda.

Pengaturan Dasar

Berikut ini adalah diagram network dan asumsi IP Address yang akan digunakan dalam contoh ini.


Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface sesuai dengan tugasnya masing-masing.
 

[admin@MikroTik] > /interface pr

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R ether-public ether 0 0 1500

1 R ether-local ether 0 0 1500 

Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.0.0/24, dan IP Address 192.168.0.1 difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada router, interface ether-local. Klien dapat menggunakan IP Address 192.168.0-2 hingga 192.168.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0.
 

[admin@MikroTik] > /ip ad pr

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 202.0.0.1/24 202.0.0.0 202.0.0.255 ether-public

1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ether-local 

Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur “allow remote request”.

Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat seperti contoh berikut.
 

[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

0 chain=srcnat out-interface=ether-public

action=masquerade 

Jika Anda menggunakan web-proxy transparan, Anda perlu menambahkan rule nat redirect, seperti terlihat pada contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
 

[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

0 chain=srcnat out-interface=ether-public

action=masquerade

1 chain=dstnat in-interface=ether-local protocol=tcp

dst-port=80 action=redirect to-ports=8080

Jangan lupa mengaktifkan fitur web-proxy, dan men-set port layanan web-proxynya, dan disesuaikan dengan port redirect pada contoh di atas.

CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.


Pengaturan IP Address List

Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter, nat, ataupun queue.

Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc

File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar pk 05.30, dan merupakan data yang telah di optimasi untuk menghilangkan duplikat entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 430 baris.

Contoh isi file nice.rsc :
 

# Script created by: Valens Riyadi @ http://www.mikrotik.co.id

# Generated at 26 April 2007 05:30:02 WIB … 431 lines

 

/ip firewall address-list

add list=nice address=”1.2.3.4″

rem [find list=nice]

add list=nice address=”125.162.0.0/16″

add list=nice address=”125.163.0.0/16″

add list=nice address=”152.118.0.0/16″

add list=nice address=”125.160.0.0/16″

add list=nice address=”125.161.0.0/16″

add list=nice address=”125.164.0.0/16″

.

.

dst… 

Simpanlah file tersebut ke komputer Anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses upload menggunakan MS-DOS prompt.
 

C:\>dir nice.*

Volume in drive C has no label.

Volume Serial Number is 5418-6EEF

 

Directory of C:\

 

04/26/2007 06:42p 17,523 nice.rsc

1 File(s) 17,523 bytes

0 Dir(s) 47,038,779,392 bytes free

 

C:\>ftp 192.168.0.1

Connected to 192.168.0.1.

220 R&D FTP server (MikroTik 2.9.39) ready

User (192.168.0.1:(none)): admin

331 Password required for admin

Password: ********

230 User admin logged in

ftp> ascii

200 Type set to A

ftp> put nice.rsc

200 PORT command successful

150 Opening ASCII mode data connection for ‘/nice.rsc’

226 ASCII transfer complete

ftp: 17523 bytes sent in 0.00Seconds 17523000.00Kbytes/sec.

ftp> bye

221 Closing

 

C:\> 

Setelah file diupload, import-lah file tersebut.
 

[admin@MikroTik] > import nice.rsc

Opening script file nice.rsc

Script file loaded and executed successfully 

Pastikan bahwa proses import telah berlangsung dengan sukses, dengan mengecek Address-List pada Menu IP – Firewall

Proses upload ini dapat juga dilakukan secara otomatis jika Anda memiliki pengetahuan scripting. Misalnya Anda membuat shell script pada Linux untuk melakukan download secara otomatis dan mengupload file secara otomatis setiap pk 06.00 pagi. Kemudian Anda tinggal membuat scheduler pada router untuk melakukan import file.


Pengaturan Mangle

Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Kita perlu membuat 1 buah connection mark dan 2 buah packet mark, masing-masing untuk trafik internasional dan lokal.
 

[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

0 chain=prerouting in-interface=ether-local

dst-address-list=nice

action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix

passthrough=yes

 

1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix

action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix

passthrough=no

 

2 chain=prerouting action=mark-packet

new-packet-mark=packet-intl passthrough=no 

Untuk rule #0, pastikanlah bahwa Anda memilih interface yang mengarah ke client. Untuk chain, kita menggunakan prerouting, dan untuk kedua packet-mark, kita menggunakan passthrough=no.

Jika Anda menggunakan web-proxy internal dan melakukan redirecting trafic, maka Anda membuat 2 buah rule tambahan seperti contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
 

[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

0 chain=prerouting in-interface=ether-local

dst-address-list=nice

action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix

passthrough=yes

 

1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix

action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix

passthrough=no

 

2 chain=output connection-mark=conn-iix

action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix

passthrough=no

 

3 chain=prerouting action=mark-packet

new-packet-mark=packet-intl passthrough=no

 

4 chain=output action=mark-packet

new-packet-mark=packet-intl passthrough=no


Pengaturan Simple Queue

Untuk setiap client, kita harus membuat 2 buah rule simple queue. Pada contoh berikut ini, kita akan melakukan limitasi untuk IP client 192.168.0.2/32, dan kita akan memberikan limitasi iix (up/down) sebesar 64k/256k, dan untuk internasional sebesar (up/down) 32k/128k.
 

[admin@MikroTik]> /queue simple pr

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

 

0 name=”client02-iix” target-addresses=192.168.0.2/32

dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none

packet-marks=packet-iix direction=both priority=8

queue=default-small/default-small limit-at=0/0

max-limit=64000/256000 total-queue=default-small

 

1 name=”client02-intl” target-addresses=192.168.0.2/32

dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none

packet-marks=packet-intl direction=both priority=8

queue=default-small/default-small limit-at=0/0

max-limit=32000/128000 total-queue=default-small



Pengecekan Akhir

Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle maupun pada simple queue.

Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada setiap client dapat tersebar secara merata.

Sumber : http://www.mikrotik.co.id

   

From → Mikrotik

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: